Artikel Umum

Strategi Menghadapi Resistensi terhadap Perubahan

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali mereka sendiri mengubahnya”. Adalah menjadi Sunnatullah untuk menjadi lebih baik harus ada upaya serius untuk mengubah keadaan. Bila semua kita menyadari pentingnya perubahan tentu tidak ada masalah, semua akan bergerak menyukseskan perubahan ke arah yang lebih baik. Menjadi masalah kalau ada yang resisten terhadap perubahan, tidak menyadari perlunya perubahan lantas bersikap dan berperilaku menghambat program-program perubahan, antipati terhadap perubahan.

 

Berikut cara-cara yang bisa kita tempuh untuk menghadapi resistensi perubahan, seperti dikutip oleh Dr. Kusdi dalam bukunya Teori Organisasi dan Administrasi:

 

  1. Pendidikan, komunikasi, sosialisasi. Diperlukan ketik terdapat kesenjangan informasi, misinformation, beredar informasi-informasi yang tidak akurat tentang program perubahan atau kurangnya informasi yang diterima. Cara ini memakan waktu, namun pemrakarsa perubahan harus menyadari pentingnya melakukan sosialisasi perubahan.
  2. Pertisipasi dan melibatkan. Cara ini ditempuh bila  pemrakarsa perubahan tidak memiliki informasi lengkap untuk merancang perubahan dan pihak penentang memiliki kekuatan untuk menentang lalu perlu dilibatkan. Harapannnya orang yang diajak berpartisipasi akan sungguh-sungguh berkontribusi melaksanakan perubahan.
  3. Memberi fasilitas dan dukungan; dilakukan ketika pihak-pihak menentang karena kesulitan menyesuaikan dengan proses perubahan.
  4. Negoisasi dan kesepakatan; kelompok-kelompok yang akan dirugikan dengan perubahan dan lalu menentang diberikan kompensasi. Cara ini lebih mudah dilakukan namun memakan biaya, apalagi jika dalam negoisasi terjdi tawar menawar yang alot.
  5. Manipulasi dan kerjasama; bisa ditempuh bila cara lain tidak efektif. Namun bisa menjadi masalah jika orang akhirnya merasa telah dimanipulasi.
  6. Paksaan eksplisit dan implisit; diitempuh ketika pemrakarsa memiliki kekuatan yang cukup dan perubahan harus cepat terwujud. Efektif mengatasi resistensi apapun namun beresiko menyebabkan orang sakit hati.