Artikel Umum

Strategi 6 A Mengoptimalkan Upaya Pembangunan di Semua Sektor

Kata “pembangunan” (development) dari waktu ke waktu senantiasa menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan  kondisi masyarakatnya menjadi lebih baik, lebih sejahtera. Kita rasakan saat ini semakin nyata bahwa pembangunan membutuhkan partisipasi sinergi semua pihak: pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan perguruan tinggi dengan segala permasalahannya.

Tanpa itu yang terjadi bisa-bisa satu pihak berupaya membangun tetapi pihak yang lain kurang peduli, atau justru menghambat, lalu gagallah program-program pembangunan yang sudah dirancang dengan baik sekalipun, dengan pembiayaan yang besar sekalipun.

 

Oleh sebab itu perlu strategi untuk mengoptimalkan program-program pembangunan. Berikut strategi pembangunan yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, penulis namakan Strategi 6 A:

  1. Angon sanak: identifikasi dan pahami kebutuhan stakeholder kita dengan baik. Jangan hanya menunggu masukan, tetapi jemput bola dengan perbanyak silaturahim/turun ke masyarakat melihat dari dekat permasalahan yang dihadapi masyarakat. Idealnya setiap SKPD/instansi pemerintah mempunyai gugus tugas (satgas) khusus yang bertugas memahami betul kebutuhan stakeholders.
  2. Among mitra: bentuk kader pembangunan di masyarakat, pelajar, kelompok pengajian, kelompok petani, dan seterusnya. Bentuk juga jaringan kerja dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan, LSM, perguruan tinggi sebagai mitra berpikir dan mitra pelaksana program pemerintah.
  3. Angon wayah: lihat dan cari waktu yang pas untuk menyentuh masyarakat dengan program/kegiatan. Misal pilih waktu-waktu liburan untuk mengajak kemah bakti pelajar dalam rangka meningkatkan kesetiakawanan sosial.
  4. Angon panggon: lihat lokasi mana yang paling membutuhkan, paling tepat untuk ditreatmen dengan program/kegiatan. Survei beberapa lokasi untuk memastikan tempat, lokasi program yang paling visibel secara teknis, geografis maupun sosial budaya.
  5. Angon swasono: lihat situasi mana yang paling mendesak untuk segera ditangani lalu prioritaskan. Semua permasalahan penting tetapi harus dikaji betul mana yang prioritas dilaksanakan saat itu
  6. Angon ulat: sajikan pelayanan dengan hati, penuh ketulusaan, maka masyarakat akan terinspirasi. Ingat, ruh kita sebagai aparatur (PNS) adalah mengabdi, melayani.