Biro Organisasi

Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Pemerintah Pemda DIY

 
YOGYAKARTA (15/03/2016) – Bagi Pemda DIY SATRIYA memiliki dua makna. Pertama dimaknai sebagai watak Ksatriya yang memiliki sikap memegang teguh ajaranmoral Sawiji, Greget, Sengguh ora mingkuh dan semangat golong giling.
Kedua SATRIYA sebagai akronim dari Selaras, Akal budi luhur, Teladan, Rela melayani, Inovativ, Yakin dan percaya diri, Ahli professional sebagaimana dituangkan  dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 72 Tahun 2008 tentang   Pedoman Pelaksanaan Budaya Pemerintahan di DIY dan Peraturan Gubernur DIY Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Budaya Pemerintahan.

Budaya pemerintah SATRIYA harus seiring sejalan dalam harmoni, guna membangun karakter diri untuk mendorong intrinsik dari dalam diri serta tidak anti terhadap kesejahteraan sejalan dengan dorongan eksternal. Pedoman pelaksanaan budaya pemerintah merupakan salah satu usaha untuk mencapai tujuan reformasi birokrasi. Sasaran reformasi birokrasi yaitu, terwujudnya pemerintah yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, meningkatnya kwalitas pelayanan publik, serta kapasitas dan akuntabilisasi kinerja, birokrasi guna mencapai tujuan reformasi birokrasi, menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik adiptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

Strategi pemecahan dalam masalah birokrasi dengan cara mengubah pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) aparatur, membangun dan menanamkan budaya kerja yang prima serta mewujudkan iklim kerja yang berorientasi pada etos kerja dan produktifitas yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan  pada sosialisasikan dan internalisasi budaya pemerintah Pemda DIY, bertempat di Unit IX Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat(11/03). Bertindak sebagai narasumber Drs. YB. Jarot Budi Harjo Kepala Biro Organisasi Setda DIY, Drs. Ambar Teguh Sulistiani, MSi Dosen Pelayanan Public UGM, Arif Noor Hartanto, SIP Wakil Ketua DPRD DIY serta Dra Kristiana Swasti MSi Asisten Administrasi Umum Setda DIY.(wbs/mtn)