Lain-lain

Sistem Penggajian Ideal Yang Ditunggu-tunggu

Ke depan, penggajian bagi aparatur sipil Negara akan dikaitkan dengan performance base, terutama setelah munculnya Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara. Performance base ini berbasis pada beban, resiko, serta capaian kerja. Wamen Kemenpan dan RB, Eko Prasojo, menyatakan bahwa seiring dengan perjalanan reformasi birokrasi, kini pihaknya tengah menyusun perubahan peraturan pemerintah mengenai sistem penggajian. Gaji serta tunjangan pegawai harus berpegang pada merit system, yang artinya penetapan besarnya tunjangan kinerja harus berbasis kinerja, bobot pekerjaan dan peringkat (grade) masing-masing jabatan. Peringkat (grade) tersebut dihasilkan dari penilaian pada bobot kerja pegawai menggunakan sistem evaluasi factor yang dalam Permenpan Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi Jabatan dijadikan sebagai acuan bagi setiap kementerian/lembaga dan pemerintah provinsi/kabupaten/kota untuk melaksanakan evaluasi jabatan dalam rangka penentuan nilai dan kelas jabatan Pegawai Negeri di lingkungan masing-masing.

Reformasi birokrasi yang didengung-dengungkan tidak semata dilakukan demi mendapatkan rupiah sebagimana yang dijanjikan pada perjalanan pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap lembaga baik pusat maupun daerah. Rupiah yang dijanjikan adalah insentif bagi pegawai atas perubahan serta inovasi-inovasi yang dilakukan demi perbaikan. Inovasi dalam pelayanan public sangat penting dilakukan oleh setiap lembaga sehingga masyarakat akan percaya bahwa telah ada perubahan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, sangat penting dilakukan adanya efisiensi belanja pegawai serta manajemen kinerja yang baik. Tahun 2014 ini pemerintah telah mengatur kembali jumlah honor yang diterima PNS, baik bulanan atau kegiatan. Pemerintah juga membatasi besaran honor bulanan yang dapat diterima pegawai. “Kami sedang mengkaji efisiensi yang akan diperoleh pada sistem baru. Jadi nanti tunjangan kinerja tidak untuk mendapat dana baru melalui APBN, tetapi diambil dari hasil efisiensi anggaran,” ujar Eko Prasojo dalam Forum Knowledge Sharing, yang diikuti oleh 27 Kementerian/Lembaga yang sudah masuk dalam scheme reformasi birokrasi, di Kementerian PANRB, Kamis (29/01). Tentu saja hal tersebut menyangkut perubahan kultur atau budaya pemerintahan yang selama ini telah mendarah daging dalam diri setiap pegawai. Tak ayal lagi, bahwa perubahan tersebut membutuhkan komitmen yang kuat pada pimpinan instansi, baik itu tingkat Sekjen, Dirjen, Sekda, sampai pada Eselon terendah dari setiap unit kerja.

Penggajian yang digadang-gadang akan menjadi system yang paling adil yaitu dengan diintegrasikannya gaji pegawai ke dalam satu system, dengan harapan kinerja pegawai ke depan menjadi lebih baik. Kinerja pegawai tersebut dinilai dengan tiga unsur penilaian agar pegawai dapat menerima tunjangan kinerja yaitu berdasarkan absensi elektronik atau kehadiran, kinerja atau capaian kerja, dan disiplin pegawai. Dijelaskannya, tunjangan kinerja pegawai adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai berdasarkan capaian kinerja dari masing-masing pegawai. Pegawai itu akan menerima tunjangan full apabila tugasnya dapat diselesaikan secara menyeluruh. Kalau pekerjaannya dilaksanakan tidak secara menyeluruh tentunya tunjangan kinerja yang didapatkannya akan fluktuatif. Bisa turun, bisa naik. Jadi, tunjangan kinerja itu tidak semata-mata diberikan bulat setiap bulannya, namun ada itung-itungannya. Oleh karena itu, prinsip yang harus dipahami bersama adalah tunjangan kinerja itu setiap bulan, bisa naik, bisa turun, jelas Drs. Sadjan, M.Si., Direktur Pengelolaan Media Publik (PMP) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seraya menambahkan naiknya tunjangan kinerja itu, tidak akan melebihi plafon dan bisa turun sesuai kinerja yang dilakukan oleh pegawai. Tunjangan kinerja ini melekat dengan tugas-tugas seluruh jabatan yang dimiliki oleh pegawai negeri sipil yang pada dasarnya memiliki jabatan. Nilai dan kelas suatu jabatan digunakan untuk menentukan besaran gaji yang adil dan layak selaras dengan beban pekerjaan dan tanggung jawab jabatan tersebut.

Sumber:

  • simkeu.unej.ac.id/daftar-tunjangan-kinerja-berdasarkan-kelas-jabatan
  • kominfo.go.id/index.php/content/…Tunjangan
  • setagu.net/perhitungan-grading-remunerasi
  • finance.detik.com/…/2014/…/pemerintah-godok-sistempenggajian-baru-.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}