Artikel Umum

PRINSIP MENENTUKAN KEBUTUHAN SDM APARATUR (PERSPEKTIF ANALISIS JABATAN)

Perkembangan ataupun dinamika  tugas dan fungsi pada perangkat daerah (SKPD) perlu didukung dengan sumber daya manusia aparatur yang kompeten dan memiliki kinerja yang unggul. Proses penyiapan sumber daya manusia aparatur yang kompeten dimulai melalui proses menentukan akan kebutuhan SDM aparatur dengan sistematis.

Melalui penentuan akan kebutuhan SDM aparatur  inilah dilakukan penetapan strategi untuk memperoleh, memanfaatkan, mengembangkan, dan mempertahankan SDM sesuai dengan kebutuhan instansi/SKPD  untuk waktu  sekarang dan pengembangannya di masa depan.

Menentukan kebutuhan akan SDM aparatur harus dimulai dari pendayagunaan secara efektif dan efisien (optimal) SDM aparatur yang sudah dimiliki,  dan hanya akan menambah atau merekrut SDM aparatur dari luar apabila ternyata terdapat kekurangan SDM aparatur  untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi instansi/SKPD.

Prinsip Menentukan Kebutuhan SDM Aparatur
Ada  3 (tiga) prinsip utama yang perlu diperhatikan dengan cermat ketika menentukan kebutuhan  SDM Aparatur :

1. Tujuan Kebutuhan SDM Aparatur  harus dihubungkan dengan visi, tugas dan fungsi, serta   program dan kegiatan (core bisnis) yang diemban oleh setiap instansi SKPD/unit kerja. Strategi dan rencana bisnis ke depan merupakan dasar yang sangat penting untuk mulai menentukan kebutuhan SDM Aparatur;

2. Penetapan persyaratan atau kualifikasi SDM Aparatur yang tepat harus dirancang dan dipergunakan dalam menentukan kebutuhan SDM Aparatur. Perencanaan akan kebutuhan SDM Apataur yang baik juga selalu diawali dengan penetapan kualifikasi SDM yang jelas dan diterapkan secara konsisten dalam proses rekrutmen/seleksi.

 

3. Proses menentukan kebutuhan  SDM Aparatur  harus juga disertai dengan prediksi permintaan (demand) dan persediaan (supply) SDM Aparatur (internal dan eksternal), artinya kebutuhan SDM Aparatur harus didasarkan pada prediksi/proyeksi/estimasi yang cukup akurat dan dilakukan secara kontinyu, mengenai pola demand dan supply SDM Aparatur, dikaitkan dengan kekuatan/ketersediaan SDM Aparatur secara menyeluruh, sehingga pendayagunaan  SDM Aparatur dapat  optimal (efisien dan efektif) dari sisi pembiayaan ataupun kinerjanya.