Lain-lain

HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR BIRO ORGANISASI

Idul Fitri telah datang setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Kemenangan telah hadir bagi orang-orang yang telah berjuang dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Liburan untuk memberikan kesempatan kepada setiap pegawai dalam merayakan suka cita lebaran selama 9 hari mulai 26 Juli sampai 3 Agustus 2014 telah usai dan hari Senin, 4 Agustus 2014 semua pegawai memasuki hari pertama kerja dengan harapan membawa semangat baru yang lebih baik dari pada hari sebelum lebaran. Hari pertama diisi dengan kegiatan bersalam-salaman antar pegawai, baik internal biro Organisasi, maupun eksternal dalam lingkup pemerintah daerah DIY.

Biro Organisasi mengadakan secara khusus acara Halal Bihalal Idul itri 1435 H yang diadakan di gedung unit 9 dan diikuti oleh hamper seluruh pegawai serta dipimpin langsung oleh Kepala Biro Organisasi, Drs. YB. Jarot Budi Harjo. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diagendakan secara rutin setiap tahun, dan diharapkan dapat terus berlangsung pada tahun-tahun yang akan datang. Kenapa? Karena kegiatan ini merupakan ajang silaturahim di mana semua pegawai baik yang memegang jabatan maupun tidak, berbaur saling mengakui kesalahan dan maaf memaafkan sehingga muncul rasa saling kasih sayang di antara semua pegawai. Hal tersebut sangat penting dilakukan agar tidak alagi ada prasangka buruk di antara pegawai sehingga menjadi hambatan dalam meningkatkan kinerja.

Acara yang dihadiri oleh hampir seluruh pegawai Biro Organisasi tersebut menghadirkan seorang ustadz yang membarikan tauziyah, sebagai pengingat akan nilai-nilai kebaikan Idul Fitri. Ustadz tersebut adalah Ustadz Jumali Nur Ridlo yang merupakan seorang pemandu wisata pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Adapun pokok-pokok tauziyah yang disampaikan adalah:

1. Orang yang sabar dalam melakukan segala hal dan menerima apa yang diberikan Allah kepadanya dijanjikan masuk surga;

2. Selain sabar, kita harus saling berbagi dengan sesama, sehingga orang lain dapat ikut merasakan kenikmatan yang kita miliki. Hal tersebut merupakan wujud kesalehan social yang besar manfaatnya karena merupakan awal dari pemerataan kesejahteraan masyarakat;

3. Setelah sabar dan melakukan amal sedekah bagi orang lain, maka hal ketiga yang harus dilakukan yang dijanjikan Allah akan surganya adalah saling memaafkan. Idul Fitri merupakan saat yang paling tepat untuk saling memaafkan di mana moment ini merupakan saatnya Lebar, Lebur, dan Labur. Lebar artinya selesai, yang dimaksudkan telah selesai ibadah Ramadhan yang dilakukan. Lebur artinya seluruh dosa dan kesalahan dilebur hingga kembali pada Labur yang berarti putih (suci). Diharapkan, dengan adanya Idul Fitri semua kembali pada kesucian, segala salah dan khilaf termaafkan.