Pemda DIY

Sultan Resmikan Museum dan Rumah Sandi Negara

YOGYAKARTA(29/01/2014)jogjaprov.go.id. – Terletak di Jalan Faridan Muridan Noto Nomor 12, Kotabaru,Kota Yogyakarta Museum Sandi Negara yang menempati bekas Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Pemda DIY hari ini (Rabu,29/01) diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dihadiri Kepala Sandi Negara Mayjen.DR. Djoko Setiadi.MSc, Mantan Kepala Sandi Nahrowi Ramli, Sesepuh sekaligus Pelaku Perjuangan Sandi  Negara Santosa, Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX dan pejabat Forkompimda di DIY serta pejabat Struktural Sandi Negara lainnya.

 


Menurut Kepala Sandi Negara Mayjen.DR.Djoko Setiadi.Msc. bahwa gagasan  dan prakarsa Pembangunan Musium Sandi ini digagas oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X  untuk menempatkan koleksi persandian dan gagasan tersebut disambut baik oleh Kepala Sandi Negara waktu itu Nahrowi Ramli Tahun 2008.


Gedung Musium Sandi ini merupakan perpindahan Musium Sandi yang semula berada pada Museum Perjuangan  Yogyakarta dan saat ini menempati bangunan Cagar Budaya.


Disamping itu kata Djoko Setiadi pembangunan poersandian nasional diarahkan antara lain ke peningkatan layanan atau perlindungan/pengamanan   informasi pada penyelenggara negara/pemerintahan. Dalam kurun 5 tahun terakhir tandas Kepala Sandi Negara, lembaga Sandi negara telah ikut berkontribusi dalam beberapa program pemerintah yang menggunakan tekhnologi informasi dalam perlindungan informasi sebagai indikator perlindungan kepada masyarakat didalam pengamanan dan perlindungan penyelenggaraan pemerintahan. Sebagai contoh adalah penggunaan dan pengembangan (Certificcatte Otorritte/CE untuk e-KTP di Kementerian dalam negeri, Contoh lain lanjut Djoko Setiadi adalah pengamanan Distribusi Soal Ujian Seleksi CPNS diseluruh Indonesia baru-baru ini untuk Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN&RB) dua tahun berturut-turut berhasil dengan baik dan tak ada kebocoran.


Selain itu Tekhonologi Sandi negara juga diterpkan dalam  proses pengadaan barang dan Jasa pemerintah secara elektronik melalui aplikasi pengamanan dokumen ,pengamanan dokumen dalam DIPA melalui Digital Signature untuk Kementerian keuangan.


Menyangkut dibangunnya Musium Sandi ini tandas Kepala Sandi Negara adalah untuk meningkatkan pembelajaran kepada generasi di masa mendatang untuk meningkatkan pengetahuannya.


Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ketika meresmikan Musium Sandi ini dalam sambutannya mengatakan bahwa  Peresmian  dan penggunaan Museum Sandi selain memberikan manfaat terhadap dunia persandian,juga bagi dunia pendidikan tentang pengetahuan persandian yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.


Karena menurut Sultan HB X saat perang kemerdekaan, peralatan sandi baru sebatas penggunaan sistem One time Pad dan sistem kode yang dirancang secara mandiri oleh dokter Roebiono Kertopati, pendirinya. Namun sistemnya diciptakan lewat bacaan dan imajinasi, logika dan ituisi. Meski tanpa ilmu dan teknis kritografi yang memadai , serta hanya dibantu oleh SDM yang juga awam sandi, sistem-sistem sandi buatan sendiri tersebut tandas Sultan, terbukti efektif efektif dan dapat diandalkan,karena sulit dibaca oleh musuh. Hal ini tegas Sultan menjadi buklti bahwa sandi bisa untuk mengamankan komunikasi berita di medan peperangan, didalam perundingan antara Pemerintah RI dengan Belanda dan dengan PBB, komunikasi pemberitaan di perbatasan serta dengan gerilyawan di daerah-daerah pedalaman.


Dengan membuka memori sejarah persandian RI ini dalam kancah perjauangan kemerdekaan tersebut Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengingatkan bahwa bukan hanya peralatan modern saja yang menentukan kemenangan dalam “ perang informasi”. Tetapi juga teramat vital adanya dukungan SDM yang professional, tekun, focus, penuh dedikasi dan loyalitas serta memilki security awareness yang tinggi. Selain itu,juga memegang teguh motto kerja pendirinya yang melakukan kegiatan persandian secara diam-diam, selalu menjaga rahasia, tidak mencari pujian dan popularitas, yang intinya: BERANI TIDAK DIKENAL.


Peresmian museum Sandi di Jln.Faridan.M.Noto,Kotabaru Yogyakarta selain ditandai dengan Penandatangan Prasasti oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi Kepala sandi Negara Djoko Setiadi, Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX, Mantan Kepala Sandi Negara Nahrowi Ramli serta Sesepuh Pelaku Sejarah Sandi Indonesia Santosa Foto bersama juga peninjauan satu persatu raungan museum Sandi sampai lantai II Bangunan Musium Sandi di Yogyakarta tersebut.(Kar)