Pemda DIY

SEKDA DIY BUKA WORKSHOP PEMANTAPAN DAN EVALUASI HEMAT ENERGI

YOGYAKARTA (23/01/2014) portal.jogjaprov.go.id. – Mematikan saklar, mengatur kecepatan ac dan mencabut dari stop contact aliran listrik cara efektif untuk menghemat energy/listrik baik di lingkungan kantor maupun di lingkungan rumah sendiri, juga akan menghemat beaya yang akan kita keluarkan.

 

 

Hal demikian disampaikan Direktur Konservasi Energi Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kemeneterian ESDM RI Marije Hutapea siang tadi (Kamis,23/01) pada Workshop Pemantauan dan Evaluasi Pemantapan Penghematan Energy di Instansi Pemerintah, Pemda DIY yang diselenggarakan oleh  Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi kerjasama dengan Pemda DIY di Hotel Grant Zuri,Jalan Margo Utomo/Jln.P.Mangkubumi, Yogyakarta yang juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Drs.Sulistyo.SH.M.Hum mewakili Sekda DIY.

Sementara itu Sekda DIY  Drs.H.Icshanuri melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY  Drs. Sulistyo.SH.CN, MSi mengatakaan bahwa pada tanggal 28 Mei 2012 lalu, Presiden RI telah menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya gerakan hemat energi dan air sebagai upaya menjaga kestabilan ekonomi nasional. Sejalan dengan hal tersebut maka telah terbit 4 (empat) peraturan di bidang penghematan energi dan air, yaitu Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak, Peraturan Menteri ESDM No. 13 Tahun 2012 tentang Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik, Peraturan Menteri ESDM No. 13 Tahun 2012 tentang Manajemen Energi dan Peraturan Menteri ESDM No. 15 Tahun 2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah.

Sehubungaan dengan hal tersebut lanjut Sekda Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk salah satu daerah yang telah merespon dan memiliki inisiatif kuat dalam mewujudkan penghematan energi dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.  Karena kita menyadari bahwa, energi dan sumber daya air adalah urusan semua orang. Energi dan sumber daya air memiliki aspek yang sangat luas. Energi dan air ini dibutuhkan oleh generasi sekarang dan juga anak cucu kita. Sehingga penghematan energi dan pengelolaan sumber daya air harus menjadi kepedulian semua sektor tanpa kecuali, dan bermanfaat untuk semua serta berkelanjutan untuk semua, bukan hanya generasi yang sekarang tetapi juga generasi mendatang.

 

Disamping itu Pemerintah Daerah DIY sangat mendukung serta menyampaikan apresiasi yang tinggi dengan dilaksanakannya kegiatan workshop pemantauan dan evaluasi penghematan energi kali ini, oleh Ditjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM. Semua ini penting dilaksanakan karena penghematan energi adalah merupakan bagian dari konservasi, sehingga upaya itu harus dilakukan untuk melestarikan sumber daya energi tersebut. Upaya konservasi energi ini sangat penting dilakukan karena adanya kesenjangan antara sisi permintaan dan penyediaan yang terus melebar.

Direktur Konservasi Energi Direktorat Energi Baru , Terbarukan dan Konservasi Energi Kemeneterian ESDM RI Marije Hutapea dalam sambutannya lebih lanjut mengatakan bahwa dalam rangka Pengehematan energy ini masih sangat diperlukan kesadaran yang tinggi oleh semua orang bukan saja di lingkungan pemerintah maupun dilingkungan masyarakat. Hal ini dapat kita lihat dari hasil pantuan yang dilakukan tim bahwa Provinsi yang telah berhasil melakukan penghematan energy dan telah mendapoatkan penghargaan peringkat I Provinsi Jawa Timur, Peringkat II Provinsi Jawa Tengah dan Peringkat III adalah Daerah Istimewa Yogyakarta lainnya masih belum melakukan secara optimal.Sementara untuk Luar Pulau Jawa Peringkat terbaik penghematan energy adalah Provinsi Kalimantan Timur Peringkat I, Peringkat II Provinsi Sulawesi Utara dan peringkat III Sulawesi Selatan.

 

Dibagaian lain Sekda DIY menandaskan bahwa Pentingnya upaya konservasi energi ini tercantum dalam kebijakan energi nasional, disebutkan, bahwa konservasi energi merupakan upaya yang sistematis terencana dan terpadu untuk melestarikan sumber daya energi dalam negeri dan meningkatkan efisiensi pemanfaatannya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Instruksi Presiden untuk melakukan penghematan energi diterima, karena instruksi tersebut memang dimaksudkan untuk mengurangi pemakaian listrik dan bahan bakar minyak yang secara riil bisa dikurangi penggunaannya, demikian juga dengan penghematan air tanah. Seperti misalnya, penggunaan penerangan listrik pada siang hari yang tidak diperlukan maupun penggunaan pendingin ruangan secara berlebihan dan penggunaan bahan bakar minyak secara boros.

 

Namun demikian, harus kita akui bahwa program konservasi energi yang sudah digalakkan sejak tahun 2008 di seluruh Instansi Pemerintah maupun Lembaga Nonkementerian juga belum mencapai hasil yang maksimal. Sehingga tetap memerlukan tindak lanjut untuk mencapai hasil yang ditargetkan. Dan ke depan Pemerintah diharapkan akan mampu menjadi pelopor dalam melaksanakan program kegiatan efisiensi energi bagi masyarakat luas. (kar)

 

HUMAS DIY