Nasional

Memulai Perubahan Melalui Moda Gerakan

14.00 800×600

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Biro Organisasi Setda DIY akhir Agustus 2014 lalu menyelenggarakan pertemuan Asistensi Agen Parubahan Budaya Pemerintahan Satriya. Pertemuan dihadiri oleh pejabat yang telah ditunjuk oleh Kepala SKPD sebagai Agen Perubahan di SKPD/Unit Kerja SKPD. Pertemuan dimaksudkan untuk memantau dan mendiskusikan sejauhmana SKPD di lingkungan Pemerintah DIY telah mengimplementasikan Budaya Pemerintahan Satriya lewat para Agen Perubahan sekaligus menyamakan persepsi, pemahaman atas meteri pedoman terbaru yakni Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Budaya Pemerintahan Satriya.

Yang menarik dari diskusi itu antara lain pertama, diperlukan action plan yang memuat masalah yang akan diatasi, kegiatan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah, tujuan, sasaran, indikator, tempat, waktu, sumber daya, cara, target dan penangungjawab. Pentingnya action plan adalah untuk memastikan adanya prioritas yang kemudian diikuti alokasi sumberdaya yang diperlukan. Dengan action plan juga kemudian memungkinkan menyusun rencana evaluasi yang detail di tahap pelaksanaannya.

Kedua, agar implementasi action plan perubahan berjalan efektif diperlukan adanya sebuah gerakan –yang tentu idealnya dimulai dari atas–. Misalnya gerakan Jum’at bersih, gerakan pulang rapi (sebelum meninggalkan kantor meja kursi alat tulis dirapikan), gerakan penghematan energi, gerakan tanpa asap, dan sebagainya. Ketiga, agar gerakan sukses berjalan langkah kuncinya adalah sosialisasi terus menerus disertai contoh nyata dari para atasan.