Artikel Umum

Desain Program/Kegiatan yang Inspiratif dari Perspektif Praktisi

Program dan kegiatan sebagai implementasi dari tugas dan fungsi  instansi pemerintah sebetulnya berperan amat strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apabila memang desainnya inspiratif memicu partisipasi masyarakat. Mengapa demikian? Output program/kegiatan tidak lain adalah barang/jasa pemerintah. Barang/jasa itu dihasilkan bisa melalui 2 (dua) cara. Pertama melalui swakelola, baik swakelola oleh instansi sendiri, swakelola oleh instansi pemerintah lain, ataupun swakelola oleh kelompok masyarakat.  Kedua,  melalui penyedia barang dan jasa oleh swasta.

Desain program/kegiatan yang inspiratif tidak mesti beranggaran besar. Terpenting, ada kejelian unit kerja memahami karakteristik substansi program/kegiatan yang akan dilaksanakan. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menghasilkan desain program/kegiatan yang baik:

 

  1. Identifikasi isu-isu strategis, lalu dalami apa sebetulnya substansi permasalahan yang terjadi. Identifikasi masalah yang tepat akan mengarahkan treatment program/kegiatan seperti apa yang kompatibel dengan permasalahan.
  2. Dalam mendesain program/kegiatan hendaknya berpikir tentang apa yang akan dicapai, bukan berpikir apa yang akan dilakukan. Dengan ini kita akan terpacu menyusun serangkaian indikator kinerja kegiatan yang SMART mendeskribsikan sesuatu yang akan dicapai. Lalu susunlah roadmap tahap-tahap pencapaiannya dari waktu ke waktu.
  3. Klasifikasikan kegiatan menjadi 3 (tiga) kelompok besar, yakni: kegiatan yang baru sama sekali, kegiatan lanjutan dan kegiatan rutin.
  4. Kegiatan yang baru sama sekali hendaknya dibuat pilot project dulu terhadap kelompok sasaran terbatas, lalu amati faktor-faktor kunci keberhasilan untuk meredesain program/kegiatan agar lebih implementatif.
  5. Untuk kegiatan yang telah memasuki tahun kedua dan ketiga, intensifkan pendampingan dan monitoring-evaluasi. Siapkan tenaga pendamping khusus yang bisa dikontak setiap saat masyarakat memerlukan.
  6. Untuk kegiatan yang sifatnya rutin, perkuat standar operasional prosedurnya, agar jelas siapa melakukan apa, kapan, dimana, bilamana.