Berita Biro Organisasi Budaya Satriya Pemda DIY Seputar Yogyakarta

Asistensi Agen Perubahan Budaya Pemerintahan Satriya Dalam Merespon Percepatan Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah.

YOGYAKARTA (06-12-2019) Dalam rangka perbaikan pelayanan terhadap masyarakat yang tidak berbelit-belit, bukan berorientasi pada prosedur tetapi lebih berorientasi pada hasil nyata dan pembangunan harus ter-delivered, serta dapat dirasakan  manfaatnya oleh masyarakat, bertempat di Ruang Rapat Unit-9  Lt.3, Komplek Kepatihan Yogyakarta, Biro Organisasi Setda DIY mengadakan Asistensi Agen Perubahan dari tanggal 2 Desember s/d 6 Desember 2019. Acara ini dibuka oleh Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah DIY Drs.YB. Jarot Budiharjo, dan dihadiri oleh perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), UPT dan Semua Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Wilayah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Asistensi Agen Perubahan tahap I telah dilaksanakan pada bulan Maret 2019 yang membahas tentang :

  1. Pemahaman arah implementasi Budaya Satriya 2019.
  2. Teknis penyusunan Rencana Aksi 2019.

Sedangkan Asistensi Agen Perubahan tahap II dilaksanakan pada tanggal 2 Desember s/d 6 Desember 2019 membahas tentang :

  1. Pemahaman Manajemen Perubahan.
  2. Pemahaman Kumunikasi Perubahan.
  3. Pemahaman Monev Perubahan.
  4. Persiapan Evaluasi Dampak Implementasi Budaya Satriya.

Asistensi Agen Perubahan tahap II bertujuan untuk mendapatkan gambaran praktek terbaik (best practice) implementasi Budaya Pemerintahan Satriya, model implementasi yang efektif dan efisien serta mereplikasi keberhasilan implementasi pada instansi terpilih untuk instansi. Metode evaluasi menggunakan data primer dan data skunder yang disurvey secara online oleh pihak ketiga yang bisa di akses melalui  : bit.ly/SatriyaDIY2019

Selanjutnya diharapkan asistensi ini bisa meningkatkan komitmen seluruh jajaran pimpinan dan pegawai dalam membangun Budaya Pemerintahan Satriya, sehingga terjadi pola pikir dan budaya kerja, serta menurunnya kegagalan akibat resistensi terhadap perubahan.(Snr-rb)