Pejabat
Kontak Kami
  • Komplek Kepatihan Danurejan Yogyakarta
  • Telp. 0274 562811
  • Email :
  • biro_organisasi@yahoo.com
  • orgdiy@yahoo.com
Login Petugas




Forum Terbuka

There seems to be an error with the player !

Biro Organisasi Setda DIY
Home
Biro Organisasi Setda DIY

ANALISA JABATAN DI PEMERINTAHAN (KEBERHASILAN ATAU KEGAGALAN) (2)

Nyambung tulisan yang kemarin (masih move on nggak). OK kita lanjutkan (jangan gagal focus),  yang namanya sebuah perjalanan itu selalu akan ada akhirnya. Katakan kita saat ini memegang/menduduki jabatan (bukan analis jabatan he..he), pasti suatu saat predikat kita sebagai seorang pejabat akan berganti/berakhir (makanya jangan belagu). Nah pada saat berganti/berakhir itulah  predikat yang kita sandang itu akan ada dua kondisi yaitu PEJABAT YANG BERHASIL  atau  PEJABAT YANG GAGAL. Kita ambil contoh, Ratu Atut, pada kenal nggak ? Kalau nggak pada kenal kita ganti orang aja yaitu, Pak Budi Wiwaha (BW). Pasti pada kenal semua kan? Iya kan? Awas klo bohong !!!  he…heee. Pertanyaannya kemudian, sebenarnya Pak BW  itu Pejabat  Gagal atau Pejabat Berhasil ? (Nah bingung nggak jawabnya,  ayo jawab). Kita sederhanakan ya, Nah kalau menurut saya, jawaban yang tepat adalah Pak BW termasuk Pejabat Berhasil (nggak usah protes  he..he wani po?) . Berhasil disini bukan berarti berhasil  mengelabui/merekayasa (attitude engineering) kepada para atasan/pimpinan atau aparatur lain. Keberhasilan disini dengan  bertolok ukur setidaknya  pada 2 (dua )  pertimbangan yang jelas, pertama pada pertimbangan obyektifitas yaitu dengan analisa jabatan (dokumen life) dan kedua pada pendekatan subyektifitas yaitu terhadap perilaku/prestasi kerja seperti apa perilaku/prestasi/ kinerjanya dalam melaksanakan tugas secara berhasil guna dan berdayaguna.  Nah jelas kan yang dapat dikategorikan pejabat berhasil. Tapi ada tanda kutip disini yaitu apabila  assessment /justifikasi terhadap jabatan dilaksanakan secara proporsional. Proporsional disini artinya sesuai rule of game dan nggak ada atributif pribadi (like dislike/kepentingan) bagi pimpinan/pengambil keputusan, biar tidak ada yang begini dan begitu disikapi aparatur lainnya (cedih bingit rasanya klo kami dengar).

Selanjutnya...

 

ANALISA JABATAN DI PEMERINTAHAN (KEGAGALAN ATAU KEBERHASILAN) (1)

Berita - Biro Organisasi

Perlu dipertimbangkan sebelum  membaca tulisan/artikel  ini, sebaiknya  harus berpikir dua kali  sebelum membaca. Karena dalam tulisan ini ada jebakan (writer trap). Apakah jebakan ini   akan  membuat  untuk berpikir  atau memaksa untuk terus membaca hingga selesai. Nah kalau ternyata tulisan/artikel isinya rumor/issu atau curahan (sakit) hati.  Gimana ?.  Makanya jangan sembarangan membacanya. Kecuali  memang menyukai tulisan yang “semilikithi” ini barulah tidak menjadi masalah.

Salam SATRIYA untuk aparatur dilingkungan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam melaksanakan tugas sebagai birokrat biasanya kita mengalami kegagalan dan keberhasilan. Kata-kata ini yang sering menjadi tolok ukur kita untuk melanjutkan sesuatu hal yang sedang kita kerjakan atau tidak melanjutkannya sama sekali.Seharusnya kegagalan dan keberhasilan itu tidak kita bedakan sedemikian rupa.  Karena batas antara kegagalan dan keberhasilan itu sesungguhnya beda tipis. Bagi yang merasa pernah gagal, baik merasa gagal eksis, gagal promosi (eiit piss canda) maupun gagal pekerjaannya/kegiatannya. Nggak Masalah. Karena yang seperti itu sebenarnya adalah sesuatu hal yang sangat baik. Karena merasa gagal itu jauh lebih baik daripada merasa sudah sukses atau merasa sudah berhasil. Dengan merasa masih gagal maka motivasi untuk memperbaiki diri akan ada terus. Kita dipacu untuk berbuat lebih baik lagi dan lebih baik lagi.

Selanjutnya...

 

Bagaimana Kita Bernegosiasi? Inilah Jawabannya

Artikel - Artikel Umum

Negoisasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain. Di lingkungan keluarga, masyarakat, tempat bekerja, organisasi kemasyarakatan, birokrasi pemerintah, partai politik dan seterusnya kita secara sadar maupun tidak sering berada pada situasi negoisiasi. Atas nama kepentingan pribadi maupun kelompok, bahkan kepentingan yang lebih besar dari itu, siapapun kita hendaknya berupaya agar hasil negoisasi tidak merugikan kepentingan kita. Juga tidak untuk merugikan kepentingan orang/pihak lain. Win-win solution lalu menjadi pilihan.

Selanjutnya...

 

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini302
mod_vvisit_counterKemarin493
mod_vvisit_counterMinggu ini2299
mod_vvisit_counterMinggu kemarin2949
mod_vvisit_counterBulan ini4849
mod_vvisit_counterBulan kemarin12216
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan307734

Tanya Jawab

Apakah anda suka informasi yang kami berikan?
 

Link Terkait

Kemenpan dan RB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi



Kemendagri
Kementerian Dalam Negeri


LAN
Lembaga Administrasi Negara

BKN
Badan Kepegawaian Negara

Setneg
Sekretariat Negara


DPPKA DIY
Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan & Aset DIY


Bappeda DIY
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DIY

Biro Hukum Setda DIY

 

 

 

Bantuan Teknis

Online User

Online User